PEMERIKSAAN FISIK HEAD TO TOE
NO | ASPEK YANG DINILAI | KASUS | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
1. 2. 3. | Persiapan Alat : - senter - lampu penerangan - tounge spatel - kasa - sarung tangan k/p - garpu tala - lampu kepala - arloji yang ada jarum detiknya - tensimeter - vaselin - reflek hammer - buku catatan / alat tulis Persiapan Pasien - Membantu dan menjelaskan kepada pasien dan keluarga mengenai prosedur yang akan dilakukan. Langkah – langkah - perawatan mencuci tangan - memberitahu pasien mengenai tindakan yang dilakukan - menyiapkan posisi pasien, pasien diminta berbaring - petugas memeriksa pasien mulai dari : · kepala · muka · mata · telinga · hidung · mulut dan faring · leher · dada dan paru · jantung · payudara dan ketiak · abdomen · genetalia · rectum · kulit dan kuku · sistem musculoskeletal / ekstremitas · sistem neurologi - petugas cuci tangan - petugas mencatat hasil dan melaporkan ke dokter bila ada kelainan pada kartu status pasien. | | | | | |
Nilai | | | | | | |
Nama Peserta Bimbingan | | | | | | |
Paraf pembimbing praktek klinik | | | | | | |
Tempat dinas | | | | | |
Rentang nilai Pembimbing Praktek Klinik
0 : jika tidak dilakukan
1 : langkah klinik masih ragu/dibantu
2 : langkah klinik sudah benar
(…………………………..)
NIP.
MENGUKUR SUHU REKTUM
NO | ASPEK YANG DINILAI | KASUS | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
I II III IV | Persiapan alat: § Termometer kaca/ raksa (oral, rectal, aksila) § Tissue § Sarung tangan (bersih) § Bengkok § Jelly (u/ pengukuran suhu rectal) § Jam tangan (dengan jarum detik) Persiapan klien : § Berikan penjelasan pada klien tentang tujuan, manfaat dan kerugian dari tindakan yang akan anda lakukan § Beri penjelasan tentang prosedur dan langkah-langkah tindakan yang akan dilakukan Persiapan Lingkungan: § Tutup pintu/ jendela/ korden § Berikan penerangan yang cukup § Atur posisi pasien yang memudahkan perawat untuk melakukan tindakan o Posisi sims à suhu rectal Pelaksanaan : 1. Perawat mencuci tangan 2. Dekatkan peralatan (atur dan letakkan peralatan di atas meja/ disamping tempat tidur klien) 3. Pakai sarung tangan bersih 4. Ambil thermometer dan keluarkan dari tempat penyimpan 5. Baca tingkat merkuri setinggi mata 6. Bila merkuri lebih tinggi/ di atas tingkat yang diinginkan, maka turunkan tingkat merkuri sampai dengan di bawah 35o C, dengan cara memegang ujung thermometer erat-erat lalu kibaskan dengan kuat. 7. Bersihkan thermometer dengan menggunakan tissue dari bagian thermometer yang paling sedikit terkontaminasi menuju bagian thermometer yang banyak terkontaminasi 8. Buang tissue pada bengkok. 9. Pengukuran suhu : § Rectal = Ãœ lumasi thermometer dengan jelly 2,5 – 3,5 cm untuk dewasa dan 1 – 1,5 cm untuk anak-anak Ãœ regangkan pantat klien dengan tangan non dominan untuk memajankan anus Ãœ minta pasien nafas dalam, masukkan thermometer ke dalam anus kea rah umbilicus perlahan – lahan sedalam 3,5 cm untuk dewasa dan 1,5 cm untuk anak-anak. Ãœ Bila ada tahanan, hentikan memasukkan thermometer, anjurkan pasien rileks lalu masukkan thermometer kembali. Ãœ Tunggu selama 2-3 menit 10. Dengan hati-hati, ambil thermometer dan baca pada setinggi mata 11. Bersihkan thermometer dengan menggunakan tissue 12. Cuci thermometer dengan cairan antiseptic (savlon) dan bilas dengan air DTT, dan keringkan dengan tissue sekali lagi. 13. Buang tissue ke bengkok 14. Simpan thermometer ke dalam wadahnya 15. Rapikan pasien, kembalikan pasien ada posisi yang nyaman. (untuk pengukuran suhu rectal, bersihkan area anal pasien untuk menghilangkan feces atau jelly) 16. Rapikan peralatan 17. Lepas sarung tangan dan cuci tangan 18. Evaluasi : Ãœ sampaikan hasil pemeriksaan pada pasien jika ada hal-hal yang tidak normal (pasien mengalami hipo/ hipertermia) berikan edukasi dan intervensi yang sesuai. Ãœ Tanyakan apakah pasien merasa nyaman atau adakah keluhan yang lain 19. Dokumentasi : · Waktu pelaksanaan (hari, tanggal, jam) · Hasil pemeriksaan/ evaluasi Identitas pelaksana | | | | | |
Nilai | | | | | | |
Nama peserta yg dibimbing | | | | | | |
Paraf pembimbing praktek klinik | | | | | | |
Tempat dinas | | | | | |
Rentang nilai
0 : jika tidak dilakukan Pembimbing Praktek Klinik
1 : langkah klinik masih ragu / dibantu
2 : langkah klinik sudah benar
(…………………………..)
NIP
MENGUKUR SUHU ORAL
NO | ASPEK YANG DINILAI | KASUS | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
1. 2. 3. | Persiapan alat: § Termometer kaca/ raksa (oral, rectal, aksila) § Tissue § Sarung tangan (bersih) § Bengkok § Jam tangan (dengan jarum detik) Persiapan klien : § Berikan penjelasan pada klien tentang tujuan, manfaat dan kerugian dari tindakan yang akan anda lakukan § Beri penjelasan tentang prosedur dan langkah-langkah tindakan yang akan dilakukan Persiapan Lingkungan: § Tutup pintu/ jendela/ korden § Berikan penerangan yang cukup § Atur posisi pasien yang memudahkan perawat untuk melakukan tindakan o Posisi supine/ duduk à suhu oral Pelaksanaan : 1. Perawat mencuci tangan 2. Dekatkan peralatan (atur dan letakkan peralatan di atas meja/ disamping tempat tidur klien) 3. Pakai sarung tangan bersih 4. Ambil thermometer dan keluarkan dari tempat penyimpan 5. Baca tingkat merkuri setinggi mata 6. Bila merkuri lebih tinggi/ di atas tingkat yang diinginkan, maka turunkan tingkat merkuri sampai dengan di bawah 35o C, dengan cara memegang ujung thermometer erat-erat lalu kibaskan dengan kuat. 7. Bersihkan thermometer dengan menggunakan tissue dari bagian thermometer yang paling sedikit terkontaminasi menuju bagian thermometer yang banyak terkontaminasi 8. Buang tissue pada bengkok. 9. Pengukuran suhu : § Oral = Ãœ minta klien membuka mulut, letakkan thermometer ke dalam kantung sub lingual ( di bawah lidah) Ãœ minta pasien menahan thermometer dengan mengatupkan bibirnya Ãœ tunggu selama 2-3 menit 10. Dengan hati-hati, ambil thermometer dan baca pada setinggi mata 11. Bersihkan thermometer dengan menggunakan tissue 12. Cuci thermometer dengan cairan antiseptic (savlon) dan bilas dengan air DTT, dan keringkan dengan tissue sekali lagi. 13. Buang tissue ke bengkok 14. Simpan thermometer ke dalam wadahnya 15. Rapikan pasien, kembalikan pasien ada posisi yang nyaman. 16. Rapikan peralatan 17. Lepas sarung tangan dan cuci tangan 18. Evaluasi : Ãœ sampaikan hasil pemeriksaan pada pasien jika ada hal-hal yang tidak normal (pasien mengalami hipo/ hipertermia) berikan edukasi dan intervensi yang sesuai. Ãœ Tanyakan apakah pasien merasa nyaman atau adakah keluhan yang lain 19.Dokumentasi : · Waktu pelaksanaan (hari, tanggal, jam) · Hasil pemeriksaan/ evaluasi Identitas pelaksana | | | | | |
Nilai | | | | | | |
Nama Peserta Bimbingan | | | | | | |
Paraf pembimbing praktek klinik | | | | | | |
Tempat dinas | | | | | |
Rentang nilai Pembimbing Praktek Klinik
0 : jika tidak dilakukan
1 : langkah klinik masih ragu/dibantu
2 : langkah klinik sudah benar
(…………………………..)
NIP.
MENGUKUR SUHU AXILLAR
NO | ASPEK YANG DINILAI | KASUS | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
1. 2. 3. | Persiapan alat: § Termometer kaca/ raksa (oral, rectal, aksila) § Tissue § Sarung tangan (bersih) § Bengkok § Jam tangan (dengan jarum detik) Persiapan klien : § Berikan penjelasan pada klien tentang tujuan, manfaat dan kerugian dari tindakan yang akan anda lakukan § Beri penjelasan tentang prosedur dan langkah-langkah tindakan yang akan dilakukan Persiapan Lingkungan: § Tutup pintu/ jendela/ korden § Berikan penerangan yang cukup § Atur posisi pasien yang memudahkan perawat untuk melakukan tindakan o Posisi supine/ duduk à suhu axilla Pelaksanaan : 1. Perawat mencuci tangan 2. Dekatkan peralatan (atur dan letakkan peralatan di atas meja/ disamping tempat tidur klien) 3. Pakai sarung tangan bersih 4. Ambil thermometer dan keluarkan dari tempat penyimpan 5. Baca tingkat merkuri setinggi mata 6. Bila merkuri lebih tinggi/ di atas tingkat yang diinginkan, maka turunkan tingkat merkuri sampai dengan di bawah 35o C, dengan cara memegang ujung thermometer erat-erat lalu kibaskan dengan kuat. 7. Bersihkan thermometer dengan menggunakan tissue dari bagian thermometer yang paling sedikit terkontaminasi menuju bagian thermometer yang banyak terkontaminasi 8. Buang tissue pada bengkok. 9. Pengukuran suhu : § Aksila = Ãœ Masukkan thermometer ke tengah aksila pasien, dan letakkan lengan bawah menyilang di atas dada Ãœ Tunggu selama 5-10 menit 10. Dengan hati-hati, ambil thermometer dan baca pada setinggi mata 11. Bersihkan thermometer dengan menggunakan tissue 12. Cuci thermometer dengan cairan antiseptic (savlon) dan bilas dengan air DTT, dan keringkan dengan tissue sekali lagi. 13. Buang tissue ke bengkok 14. Simpan thermometer ke dalam wadahnya 15. Rapikan pasien, kembalikan pasien ada posisi yang nyaman. 16. Rapikan peralatan 17. Lepas sarung tangan dan cuci tangan 18. Evaluasi : Ãœ sampaikan hasil pemeriksaan pada pasien jika ada hal-hal yang tidak normal (pasien mengalami hipo/ hipertermia) berikan edukasi dan intervensi yang sesuai. Ãœ Tanyakan apakah pasien merasa nyaman atau adakah keluhan yang lain 19.Dokumentasi : · Waktu pelaksanaan (hari, tanggal, jam) · Hasil pemeriksaan/ evaluasi Identitas pelaksana | | | | | |
Nilai | | | | | | |
Nama Peserta Bimbingan | | | | | | |
Paraf pembimbing praktek klinik | | | | | | |
Tempat dinas | | | | | |
Rentang nilai Pembimbing Praktek Klinik
0 : jika tidak dilakukan
1 : langkah klinik masih ragu/dibantu
2 : langkah klinik sudah benar
(…………………………..)
NIP.
PENGUKURAN TEKANAN DARAH
NO | ASPEK YANG DINILAI | KASUS | ||||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
1. 2. 3. | Persiapan alat: § Tensimeter (raksa ; pegas/ jarum) dengan ukuran bladder manset yang sesuai. o Anak-anak = ukuran small o Dewasa (lengan) = ukuran medium o Dewasa (Paha) = ukuran large/ extra large § Stetoskop - Sarung tangan (bersih) Persiapan klien : § Berikan penjelasan pada klien tentang tujuan, manfaat dan kerugian dari tindakan yang akan anda lakukan Beri penjelasan tentang prosedur dan langkah-langkah tindakan yang akan dilakukan Persiapan Lingkungan: § Tutup pintu/ jendela/ korden § Berikan penerangan yang cukup Atur posisi pasien yang memudahkan perawat untuk melakukan tindakan (supine / duduk) Pelaksanaan : 1. Perawat mencuci tangan 2. Pakai sarung tangan bersih 3. Tentukan sisi terbaik untuk penempatan manset, hindari ekstremitas yang terpasang infuse, gips, mengalami fraktur atau kelumpuhan, dll 4. Posisikan telapak tangan pasien telentang/ menghadap ke atas 5. Pajankan lengan atas, singkirkan pakaian yang menutupi lengan 6. Raba arteri brakialis kemudian pasang manset sekitar 2,5 cm diatas a.brakialis (fossa antekubital) dengan posisi tanda panah pada manset sejajar dengan arteri brachialis 7. Letakkan manometer raksa setinggi mata perawat dan pastikan manometer dalam posisi ‘ON’ 8. Palpasi arteri brakialis dan letakkan stetoskop di atas denyutan a.brakialis tadi 9. Kembangkan manset dengan memompa sampai tekanan 30 mmHg di atas tekanan darah rata-rata normal (30 mmHg di atas titik dimana nadi tidak terdengar/ menghilang) 10. Kempiskan manset perlahan-lahan dengan kecepatan 3 mmHg/ detik, dengan cara membuka katup pada pompa. 11. Perhatikan titik pada manometer dimana bunyi jelas pertama terdengar (= systole) 12. Lanjutkan mengempiskan manset perlahan-lahan dan perhatikan titik pada manometer dimana bunyi terakhir menghilang (=diastole) 13. Kempiskan manset dengan cepat dan lepaskan dari lengan pasien. 14. Bila anda merasa kurang yakin dengan hasil pengukuran, ulangi prosedur dengan jeda waktu 30 detik-2 menit kemudian. 15. Lipat manset dan posisikan manometer ‘OFF’ kemudian tutup kembali manometer . 16. Rapikan pasien, kembalikan pasien ada posisi yang nyaman. 17. Rapikan peralatan 18. Lepas sarung tangan dan cuci tangan 19. Evaluasi : Ãœ sampaikan hasil pemeriksaan pada pasien jika ada hal-hal yang tidak normal (pasien mengalami hipo/ hipertensi) berikan edukasi dan intervensi yang sesuai. Ãœ Tanyakan apakah pasien merasa nyaman atau adakah keluhan yang lain 20. Dokumentasi : · Waktu pelaksanaan (hari, tanggal, jam) · Hasil pemeriksaan/ evaluasi · Identitas pelaksana | | | | | |
Nilai | | | | | | |
Nama Peserta Bimbingan | | | | | | |
Paraf pembimbing praktek klinik | | | | | | |
Tempat dinas | | | | | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar